Valentine’s Day Dalam Pandangan Islam

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isro: 36)

Hari Valentine (St. Valentine’s Day) atau biasa disebut sebagai hari kasih sayang jatuh pada tanggal 14 Febuari setiap tahun. Hari tersebut sangat popular di negara-negara Europa dan Amerika. Pada hari itu terutama kaum remaja merayakan dengan berpesta-pesta,  semalam suntuk, saling memberi hadiah coklat, dan kegiatan-kegiatan yang berbau maksiat lainnya. Bahkan hal-hal yang hanya boleh dikerjakan oleh pasangan suami-isteri juga mereka lakukan. (Naudzubillah min dzalik)

Berdasarkan kepada Kamus Webster’s New 20th Century Dictionary perayaan Valentine berasal dari perayaan Lupercali. Yaitu upacara ritual yang dilakukan oleh orang-orang Romawi kuno setiap tanggal 15 Februari sebagai penghormatan kepada Lupercus dewa padang rumput yang dideskripsikan mempunyai tanduk, kaki, dan telinga seperti kambing. Pada perayaan itu nama-nama wanita dimasukkan kedalam jambangan bunga. Setiap lelaki yang hadir akan mengambil sehelai kertas. Wanita yang namanya tertera dalam kertas itu akan menjadi teman semalam suntuk.

Kemudian pada tahun 469 pihak gereja yakni Paus Celecius merubah menjadi tanggal 14 Februari untuk mengenang kematian seorang pendeta yang bernama Saint Valentine yang tewas sebagai martyr pada abad III (martyr adalah istilah yang digunakan untuk orang-orang yang mati mempertahankan prinsip-prinsipnya) dan menetapkan menjadi Saint Valentine’s Day. Pastor Valentine ditangkap dan dipenjara karena menentang kebijakan kaisar Romawi (Cladius II) yang melarang pemuda-pemudi untuk menikah. Sang kaisar menginginkan pemuda-pemuda  untuk menjadi tentera . Tetapi  pastor  dengan diam-diam menikahkan sepasang muda-mudi. Hal ini diketahui oleh sang kaisar. Akibatnya pastor tadi dipancung pada tanggal 14 Februari 269.

Ketika pastor Valentine dipenjara, banyak surat-surat simpati dari para pemuda  ditujukan kepadanya. Melalui surat itulah mereka mengungkapkan perasaan sayangnya kepada kekasihnya dan berharap mereka boleh menikah.

Sebenarnya kalau kita menyedari apa yang sebenarnya terjadi dibalik perayaan Valentine tentulah kita tidak akan meminta. Allah telah berfirman dalam Al Baqarah: 120.

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” ( QS. Al- Baqarah: 120)

Jelas  bahawa mereka sentiasa benci kepada kita kecuali kita mengambil bahagian di dalam acara ritual mereka, model pakaian dan pola pemikiran yang mereka miliki. Dan perayaan Valentine adalah salah satu saranan mereka untuk memurtadkan kita tanpa kita menyedarinya. Dan media massa  adalah sasaran yang sangat efektif untuk kempen program-program mereka. Jika terlibat didalamnya kita akan dijerumuskan kedalam kemaksiatan tanpa kita sedari.

Valentine adalah kegiatan ritual yang bukan berasal dari Islam. Dalam kefahaman Islam, kegiatan ritual yang bukan berdasarkan syariat Islam dan tidak dicontohkan Rasulullah SAW seperti halnya Natal, Tahun baru Masehi,  dan sebagainya maka harus kita mempunyai sikap seperti Rasulullah dan  Allah berfirman:

“Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”. (QS. Al Kaafirun: 6)

Dalam masalah aqidah dan ibadah, Islam mengajarkan kita untuk bersikap tegas. Dengan begitu kemuliaan Islam dan umatnya akan terjaga. Dinul Islam sarat dengan nilai kasih sayang. Bahkan tegaknya Dinul Islam atas dasar kasih sayang. Cuba anda meneliti  firman Allah SWT berikut:

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari kurnia Allah dandan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Fath:29)

keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat

Seiring dengan itu Rasulullah juga pernah bersabda:

“Belum sempurna iman seseorang hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”

Kasih sayang dalam Islam bersifat Universal. Ia tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, ia juga tidak dibatasi oleh objek dan motif. Kasih sayang diwujudkan dalam bentuk yang nyata seperti silaturahmi, menzairahi yang sakit, meringankan beban tetangga yang sedang ditimpa musibah, mendamaikan orang yang berselisih, mengajak kepada kebenaran (amar ma’ruf) dan mencegah dari perbuatan munkar.

Sudah sampai saatnya pemuda Islam menyedari bahawa amalan Valentine adalah sesuatu yang sesat dan sesungguhnya “everyday  in the life of a Muslim is a day of love and compassion for all” irregardless of time or date .

This entry was posted in Renungan and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Valentine’s Day Dalam Pandangan Islam

  1. insidewinme says:

    Islam, Dien yang haq yang mampu memecahkan problem-problem manusia. Dengan menerapkan sistem Islam yang kekal dan mabda’ (ideologi) Islam yang adil, maka kita pasti akan meraih kemuliaan. Tetapi apabila hal tersebut kita lalaikan dan telantarkan, maka kita tertimpa kehinaan dan akan dihina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>